Rabu, 04 Februari 2015

Perang Dingin


PERANG  DINGIN (COLD WAR)
                Berakhirnya perang dunia ke II mengakibatkan meunculnya dua negara adikuasa, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.Karena Keinginan untuk menguasai dunia memunculkan kesamaan kekuasaan dalam bidang ekonomi,politik,militer dan idiologi. Perbedaan idiologi yang sangat menonjol, yaitu Amerika Serikat dengan paham liberal kapitalis yang mengagungkan kebebasan individu yang memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur sedangakan Uni Soviet  dengan paham sosialis komunis yang berkeyakinan bahwa paham itu dapat lebih mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyatnya.Akibatnya munculah persaingan-persaingan kepentingan antara Blok Timur  yang dipimpin oleh Uni Soviet dan Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Persaingan-persaingan inilah yang kemudian disebut dengan perang dingin.
                Dimulai sejak pembagian Jerman menjadi dua wilayah, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur berakibat pada pembagian kota Berlin menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur.Berlin Barat dikuasai oleh Amerika Serikat sedangkan Berlin Timur dikuasai oleh Uni Soviet. Dalam waktu singkat (1945-1948) Uni Soviet  telah berhasil membentuk pemerintahan komunis di Bulgaria, Rumania, Hongaria, Polandia, dan Chekoslowakia. Karena perkembangan pengaruh Uni Soviet sangat cepat dan pertumbuhannya pesat maka Amerika merasa perlu membendung gerakan komunis. Akhirnya  Amerika menyusun strategi politik Containment Policy yang bertujuan mencegah berkembangnya pengaruh suatu negara atau suatu sistem politik dari pihak lawan. Strategi politik tersebut dikembangkan melalui pemberian bantuan ekonomi dan militer seperti Marshall Plan dan Doctrine Truman yaitu bantuan berupa keuangan, militer, dan penasehat militer kepada Yunani dan Turki guna menghadapi gerilyawan komunis.
                Selain dengan melakukan Marshall Plan dan Doctrine Truman kedua negara tersebut juga membuat sistem aliansi seperti pembentukan Cominform pada tahun 1947, pembentukan NATO pada tahun 1949, pembentukan pakta ANZUS, pembentukan pakta warsawa, dan pembentukan SEATO. Selain itu juga mengadakan kegiatan spionase (mata-mata).
                Selain di Benua Eropa perang dingin juga sudah diperluas ke wilayah Benua Asia. Menurut teori domino apabila suatu negara telah menganut idiologi tertentu maka negara-negara tetangganya secara otomatis akan ikut menganut idiologi yang sama.Seperti halnya yang terjadi di Vietnam dan Korea yang terbelah menjadi du bagian yaiyu Vietnam Utara dengan paham komunis dan Vietnam  selatan yang berpaham kapitalis. Seperti halnya di Vietnam  di Korea juga terpecah menjadi 2 wilayah Korea Utara (komunis) dan Korea Selatan (kapitalis).Selain di Asia komunisme juga muncul di kawasan Amerika Latin yaitu Kuba.
                Karena menyadari bhaya yang ditimbulkan akibat perang nuklir maka kedua negara adikuasa tersebut berupaya untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu upaya yang dilaksanakan  adalah mengadakan perjanjian untuk mengurai, membatasi, atau memusnahkan senjata nuklir.selama periode 1968-1982 dilakukan beberapa perjanjian yaitu, perjanjian non-proliferasi nuklir, perjanjian pembatasan senjata-senjata strategis, perjanjian pengurangan senjata-senjata strategis.Rasa was-was dan cemas dari setiap bangsa mulai berkurang setelah dilakukanya perjanjian dan ecara perlahan mulai reda.Disamping perjanjian-perjanjian ,beberapa negara juga telah mengadakan kesepakatan-kesepakatan yang menyangkut  keamanan kawasan.Salah satu kesepakatan itu adalah Persetujuan Kawasan Bebas senjata Nuk;lir Asia Tenggara (SEANWFZ).Upaya menjamin keamanan internasional juga sudah dimulai sejak dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi no:255.faktor utama yang mengakhiri perang dingin yaitu akibat runtuhnya Uni Soviet yang diikuti oleh berdirinya persemakmuran negara-negara merdeka.
                Dampak  negatif yang ditimbulkan perang dingin  yaitu,dalam bidang militer  masyarakat merasa takut akan perang nuklir yang dahsyat yang dilakukan oleh kedua negara yang melebihi dari pernag dunia ke II.sedangkan dalam bidang politik pembangunan tembok berlin di Jerman sebagai batas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.Meskipun demikian ada juga dampak posit yang dapat dirasakan akibat perang dingin yaitu, dalam bidang ekonomi perang dingin membawa dampak positif bagi perekonomian dunia yang baik di sengaja atau tidak yang ditengarai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian dunia banyak dikuasai oleh para pemegang modal.Dalam bidang militer perang dingin membawa kemajuan dalam persenjataan.Sedangkan dalam bidang sosial budaya membawa dampak Menyebarnya isu-isu HAM mulai sedikit demi sedikit mengglobal. Secara langsung adanya undang-undang tentang HAM mulai diakui, karena itu rakyat menyetujui peresmian HAM itu sendiri.Dan perang dingin juga membawa dampak positif dalam perkembangan luar angkasa. Pada masa perang dingin sains dan teknologi yang terpaut dengan kegiatan militer mendapat sorotan yang lebih dari pemerintah. Pemerintah bersedia mengeluarkan dana yang besar demi kemajuan iptek di negara mereka. Pada periode ini tumbuh disiplin-disiplin ilmu yang mempelajari dampak sains pada masyarakat.
                Pada masa perang dingin dimana dua kekuatan blok terbesar di dunia kala itu yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet saling bersaing untuk memperkuat pengaruh ideologi masing-masing di dunia internasional dengan merekrut negara lain sebagai anggota. Indonesia yang dipelopori oleh Ir.Soekarno menegaskan sikapnya untuk tidak memihak pada satupun Blok, dan memimpin Indonesia untuk bisa terlepas dari dua pengaruh negara pemimpin Blok tersebut.
Ir. Soekarno menolak tegas pengaruh kedua negara yang hendak menjadikan Indonesia di bawah kepemimpinannya. Kebijakannya tersebut didampingi oleh sikap beraninya dalam menghimpun pemimpin-pemimpin dunia ketiga untuk menyatakan sikap yang menolak gerakan blok. Inisiatif Soekarno dalam menolak gerakan blok yang ada ditandai dengan terselenggaranya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) yang di dalamnya terdapat negara-negara Asia dan juga Afrika yang baru saja merdeka pasca berakhirnya Perang Dunia II. Indonesia sebagai negara inisiator berhasil menggandeng Mesir yang juga berpengaruh dalam pengakuan kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka untuk menghimpun terbentuknya Gerakan Non-Blok (GNB) sebagai bentuk perlawanan dan juga kemandirian di masa perang dingin. KAA sendiri berhasil terlaksana di tahun 1955, dimana Indonesia sebagai inisiator bertindak juga sebagai tuan rumah kala itu.
Walaupun Soekarno menolak tegas Gerakan Blok, namun secara umum ia lebih condong ke gerakan kiri yang terlihat berteman baik dengan negara-negara Komunis namun garang terhadap negara Barat. Hal ini juga dipertegas dengan ketakutan Amerika Serikat terhadap kepemimpinan Soekarno yang ditakutkan akan memperkuat pengaruh Uni Soviet dan melemahkan posisinya. Di sisi lain, Soekarno mulai menunjukkan sikap oportunisnya dengan memanfaatkan ‘hadiah’ berupa peralatan militer dari Amerika Serikat dan juga Uni Soviet kala itu. Dengan cepat Soekarno dan kebijakannya menjadi sangat disegani di dunia Barat, karena jika dipandang dalam geopolitik kala itu, Indonesia di bawah Soekarno merupakan kekuatan Asia yang paling ditakuti bersama dengan Cina dan Vietnam. Disegani di dunia Barat karena ia secara tegas menunjukkan ketidaksukaannya dengan pengaruh dunia Barat dalam sistem internasional kala itu. Apalagi kekuatan militer Indonesia sangat kuat saat itu.   
       

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates