Rabu, 25 Februari 2015
Penyakit Akibat Sering Begadang
*) Konsentrasi Menurun
Tidur yang baik
memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat
mempengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi,
penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan
tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam “menguatkan”
memori dalam pikiran. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda tidak akan mampu
mengingat apa yang Anda pelajari dan alami selama seharian.
Masalah Kesehatan
Serius
*) Gangguan tidur dan
kurang tidur tahap kronis dapat membawa Anda pada risiko :
- Penyakit jantung
- Serangan
jantung
- Gagal jantung
- Detak jantung
tidak teratur
-Tekanan darah
tinggi
- Stroke
-Diabetes
*) Gairah Seks
Menurun
Para ahli
melaporkan, kurang tidur pada pria dan wanita menurunkan tingkat libido dan
dorongan melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan energi terkuras,
mengantuk, dan tensi yang meningkat. Bagi pria yang mengidap sleep apnea-
masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur, menyebabkan gairah seksual
melempem. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology
& Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep
apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Dan hampir setengah dari orang
yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada
malam hari.
*) Menyebabkan
Depresi
Dalam studi tahun
1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan orang-orang yang tidur
kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih,
dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat
menyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum, yaitu insomnia
yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 melibatkan
10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi.
Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan
tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah
gejala depresi dan depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya,
pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.
*) Memengaruhi
Kesehatan Kulit
Kebanyakan orang
mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur.
Keadaaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan
kulit kusam, garis-garis halus pada wajah dan lingkaran hitam di bawah mata.
Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak
hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat
memecah kolagen kulit, atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.
Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon
pertumbuhan. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong
pertumbuhan. Dalam hal ini membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit,
dan memperkuat tulang. “Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak- yang kami
sebut tidur gelombang lambat (SWS) – hormon pertumbuhan dilepaskan,” kata Phil
Gehrman, PhD, CBSM, Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program
Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia.
*) Pelupa
Tidak ingin lupa
dengan kenangan terbaik dalam hidup Anda? Cobalah perbanyak tidur. Pada tahun
2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukkan bahwa peristiwa otak yang
disebut ““sharp wave ripples” bertanggung jawab menguatkan memori pada otak.
Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak,
dimana kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi
pada saat tidur.
*) Tubuh Jadi
Melar
Jika Anda
mengabaikan efek kurang tidur, bersiaplah dengan ancaman kelebihan berat badan.
Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan, dan
kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2004, orang-orang
yang tidur kurang dari enam jam sehari, hampir 30 persen cenderung menjadi
lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari.
Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang
mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin memberi sinyal
kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat dikaitkan
dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin. Kurang tidur tak hanya
merangsang nafsu makan. Hal ini juga merangsang hasrat menyantap makanan
berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Riset yang tengah berlangsung meneliti
apakah tidur yang layak harus menjadi bagian standar dari program penurunan
berat badan.
*) Meningkatkan
Risiko Kematian
Dalam penelitian
Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukkan bagaimana pola tidur mempengaruhi
angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah
tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat
berbagai faktor. Bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko
kematian akibat penyakit kardiovaskuler.
*) Merusak
Penilaian Terutama Tentang Tidur
Kurang tidur dapat
memengaruhi penafsiran tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita
tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Anda yang kurang tidur
sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai apa yang
kurang terhadap sesuatu. Dalam dunia yang serba cepat saat ini, kebiasaan tidur
menjadi semacam lencana kehormatan. Spesialis mengenai tidur mengatakan, Anda
salah jika berpikir Anda baik-baik saja meski kurang tidur karena di mana pun
Anda bekerja pada profesi apa pun, akan menjadi masalah besar bila Anda tidak
dapat menilai sesuatu dengan baik.
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
