Rabu, 25 Februari 2015
Cara Menjaga Kesehatan Saat pergantian musim
TIPS MENJAGA KESEHATAN
Perubahan suhu dan kelembaban yang mengiringi pergantian
musim memang memaksa tubuh untuk beradaptasi dengan ekstra keras. Hal ini bila
tidak diimbangi dengan daya tahan tubuh yang kuat tentunya dapat menjadikan tubuh
rentan terserang penyakit.
Berikut ada beberapa solusi untuk tetap dapat menjaga
kondisi tubuh agar selalu fit menghadapi pergantian cuaca; Konsumsi makanan
bergizi, Istirahat dengan cukup, Olahraga secara teratur, Perbanyak minum air.
Selain itu juga jaga kebersihan lingkungan sekitar. Tentunya
juga waspadai orang-orang di sekitar Anda yang sudah terkena penyakit, apalagi
bila penyakit itu mudah sekali penularannya.
Dan ada yang perlu diingat, perhatikanlah tips-tips di atas
bukan hanya saat pergantian musim saja. Akan tetapi perhatikanlah di setiap
saat, di segala cuaca.
Kesehatan sangat amatlah penting, karena dimulai dari
kesehatan kitalah dapat terbina negara yang sehat pula, yang akan menciptakan
masyarakat sejahtera. Lalu sekarang ini orang-orang telah sehat, namun mengapa
negara kita masih demikian keadaannya? Itulah.... karena meski
raga telah sehat namun masih banyak yang sakit jiwanya.
TIPS MENJAGA KESEHATAN SAAT MUSIM PANCAROBA:
Kondisi cuaca bersuhu panas tetapi terkadang diselingi hujan
lebat berangin ini dapat memicu beragam penyakit. Hal itu karena seringnya
terjadi perubahan cuaca dari terik matahari yang panas di musim yang sudah
masuk pada kemarau menjadi hujan lebat kadang disertai petir dan angin ribut
dengan udara yang tiba-tiba dingin. Demikian sebaliknya.. Suhu udara jadi
sering berganti. Pagi dan malam hari yang biasanya dingin menjadi terasa sangat
panas. Perubahan cuaca yang drastis ini tentu saja membuat tubuh harus pandai
beradaptasi dengan cuaca. Untuk itu dibutuhkan stamina yang prima atau fit.
Jika tidak, tubuh menjadi kurang dapat beradaptasi. Inilah yang dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit terutama bagi mereka yang sering bekerja
keras dan kurang beristirahat.
Menurut Dr. Peter Staats, seorang profesor di Sekolah
Kedokteran John Hopkins, Saat pergantian musim terjadi tubuh beradaptasi ekstra
keras menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Udara yang
semula panas-kering, tiba-tiba menjadi dingin-lembab. Kondisi ini, menimbulkan
ketidaknyamanan, juga membuat tubuh mudah terserang penyakit. Seperti, demam,
flu, radang tenggorokan, dan penyakit diare.
Karena itu, jangan lupa menjaga kesehatan. Tak ada tindakan
yang lebih patut menghadapi masalah ini, selain pencegahan yang lebih baik.
Diare
Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus penyakit
ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi
vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan.
Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari
makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan jajanan.
Cara mencegah:
Jaga kebersihan. Pastikan setiap makanan dan minuman yang
masuk ke dalam mulut adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya, selain harus
lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah, sebaiknya jangan
jajan sembarangan.
Penyakit saluran pernafasan
Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk,
yang kadang disertai sesak napas. Bisa juga berupa batuk yang disertai pilek,
bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh. Bisa juga muncul gejala khusus, yaitu
pernapasan yang tidak normal. Hanya saja pada kasus tertentu bisa muncul gejala
yang serius, misalnya demam yang agak tinggi (pada radang tenggorokan) dan
toksemia atau keracunan (pada difteri).
Cara mencegah:
Mengonsumsi multivitamin. Bila dikonsumsi secara tepat
multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah
terserang penyakit pancaroba.
Demam dan Flu
Dua gangguan kesehatan ini paling rentan menyerang di musim
pancaroba. Ini bisa jadi lantaran baru di musim pancaroba inilah Anda digempur
serangan berbagai kuman (biasanya virus) secara besar-besaran. Sebaiknya jangan
disepelekan, gangguan ini merupakan gejala bahwa tubuh tengah membangun
pertahanan melawan infeksi. Lebih tepatnya, demam bisa merupakan gejala aneka
penyakit. Mulai infeksi ringan sampai yang serius.
Cara mencegah:
Menjaga asupan makanan. Nutrisi yang cukup akan meningkatkan
daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Memasukinya jelas tidak terbantahkan dan mungkin kita akan
melaluinya, jaga kesehatan, jaga asupan serta rajin berolah raga selama tidak
ada yang menghalanginya pastikan tetap terjaga.
Berikut ini adalah solusi agar tubuh tetap fit di tengah
cuaca yang kurang bersahabat :
1. Konsumsi makanan bergizi. Daya tahan tubuh yang baik
selain butuh makanan yang cukup jumlahnya, juga harus memenuhi semua unsur gizi
yang dibutuhkan tubuh yaitu : karbohidrat, lemak,protein,vitamin,dan mineral.
Istirahat yang cukup. Tidur 6-8 jam sehari. Kurang istirahat dapat menurunkan
daya tahan tubuh kita.
2. Sempatkan berolahraga secara rutin minimal 3 kali
seminggu selam 30 menit.
3. Konsumsi minuman sulpemen yang tepat. Sebagian besar dari
kita sulit memenuhi kebutuhan gizi harian dengan diet yang seimbang, sehingga
suplemen penambah stamina diperlukan terutama di musim pancaroba. Pilih minuman
penambah stamina yang benar-benar mengandung vitamin B yang lengkap yang
diperlukan untuk menjaga stamina tubuh seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B8
dan B12.. Selain itu, makanan/minuman energi tersebut dalam kemasannya harus
mencantumkan kandungan zat, aturan pakai, masa kadaluarsa dan nomor registrasi
badan pengawasan obat makanan (BPOM).
4. Kelola Stress dengan baik. Hanya dengan belajar
mengelolanya secara tepat, kita dapat terhindar dari dampak negatif stress
seperti sulit tidur, nafsu makan berkurang yang pada akhirnya mempengaruhi daya
tahan tubuh kita.
5. Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari.
6. Menjaga kebersihan makanan dan minuman, membersihkan
sesudah buang air besar atau menjelang makan serta menjaga kebersihan lingkungan,
memberantas lalat, nyamuk, kecoa, semut.
7. Bila terjadi keluhan yang serius, segera pergi ke dokter.
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
